Sisa hari selepas dari Pink Tangsi, kami habiskan di Pantai Kuta, menikmati senja yang tidak jingga, dari pesisirnya. Pantai Kuta terlihat kelabu sore itu, tanpa tuan matahari yang telah beranjak pergi. Seorang gadis kecil, barangkali belum 7 tahun usianya, masih belum mau menyerah, terus menawari saya dengan gelang dagangannya. Dia terus membuntuti kami. Kesana-kemari. Bahkan ketika kami asyik bercengkerama, mencoba tak hirau akan keberadaannya, gadis kecil ini masih tetap setia, menunggu saya untuk membeli dagangannya.
Dia adalah gadis kedua yang menghampiri kami. Melihat kawannya yang lebih dulu sukses merayu, dia pun gak mau kalah, sangat agresif membujuk saya supaya membeli juga gelang-gelangnya. Ahh adik kecil, saya kan bukan gurita yang punya banyak tangan. Kalau saya membeli gelangmu juga, apa kau kemudian akan memanggil kawanmu yang lain untuk memaksa kami membeli gelang yang ketiga?! Maka dengan perasaan tidak nyaman, adik kecil ini terpaksa kami abaikan.




