Eksplorasi Kopi Sumatera: Sebuah Pembuktian Sahabat Petualang

Pulau Sumatera

Sumatera adalah Suwarnadwipa, pulau emas dengan selaksa pesona yang memikat panca indera. Entah bentang alamnya, warisan tradisi dan budaya, atau racikan rempah-rempah dalam kulinernya, adalah magnet; layaknya nektar yang mengundang kumbang untuk datang. Di antara selaksa pesona yang dikandungnya, Kopi Sumatera adalah salah satu daya tarik yang harumnya menyusup hingga ke mancanegara.

Read the rest of this entry >>

Menggoda Nyali di Kaki Rinjani

Tiap kali mengingat Lombok, sering saya menerka kalau Tuhan pastilah sedang bersenang hati saat menciptakannya. Setiap inchi alam yang terbentang, nyaris sempurna dan jauh lebih indah dari objek serupa di banyak tempat lainnya; entah itu gunungnya, bentang pantai, barisan bukit, atau untaian air yang jatuh membentuk air terjun. Bisa dipastikan, saya lantas menutup kilas ingatan ini dengan rasa iri yang teramat sangat pada para penghuninya; betapa beruntungnya mereka dihadiahi Tuhan kampung halaman seelok ini. Tuhan menciptakan Lombok dengan tersenyum.

Read the rest of this entry >>

Mengenal Sekelumit Hasil Tambang Di Museum Geologi

Kosan saya di Bandung, letaknya hanya sepelemparan batu dari Museum Geologi. Bisa ditempuh dengan hanya berjalan kaki. Hampir setiap hari saya bertegur pandang dengan kemegahan arsitekturnya yang bergaya art deco. Hampir setiap hari pula saya bisa menemukan wajah-wajah penuh keriaan para pengunjungnya dari balik kaca bus-bus besar berspanduk ‘Rombongan Study Tour‘ yang terparkir seri di tepi jalan.

Meskipun hanya berjarak sepelemparan batu, namun belum pernah sekali pun saya menyisihkan waktu untuk benar-benar singgah dan mengintip apa saja yang tersimpan di dalamnya. Bukan karena tidak tertarik. Jarak yang hanya sepelemparan batu membuat saya merasa bisa menyambangi Museum Geologi kapan saja. Jadilah saya menunda dan menunda, hingga tanpa terasa periode studi saya hampir berakhir masanya, dan saya belum juga berkunjung kesana.

Adalah di suatu siang di Bulan Februari, ketika akhirnya langkah kaki saya sampai juga di pelataran halamannya.

Read the rest of this entry >>

Seni Menikmati Tipat Tahu Bali

Hujan yang mereda dan langit yang bersalin rupa menjadi penanda jumpa pertama kami dengan Amed, sebuah wilayah di timur Bali yang memesona karena keindahan bawah lautnya. Dua jam berkendara dengan roda dua di bawah linangan air hujan membuat lapar kami datang lebih cepat. Mengenyangkan perut pun segera menjadi agenda utama, selepas menemukan penginapan.

Tidaklah sulit mencari tempat makan di Kawasan Amed. Sejumlah cafe dan resto tumbuh subur menjamuri tepi jalan utamanya. Tapi menemukan menu makanan yang sesuai dengan selera dan isi kantong memang sedikit membutuhkan usaha. Untuk alasan itu, kami putuskan untuk menyusuri Kawasan Amed lebih dulu. Sekalian cuci mata. :mrgreen:

Dari penginapan kami menyusuri jalan sampai ke Desa Bunutan, kemudian putar balik ke arah Desa Culik. Pantulan cahaya dari rumah makan dan penginapan silih berganti menerangi perjalanan kami, hingga tiba saatnya mata saya berserobok dengan papan bertuliskan ‘Warung Makan Balinese Food’. Saya telusuri sekelebat daftar menu yang tertera.

Read the rest of this entry >>

Menyimak Potret Kehidupan Desanya Para Penculik

Tidak seperti Senggigi atau Rinjani yang telah saya dengar kesohorannya jauh hari, sebelum rencana liburan kami menengok Lombok, perkenalan saya dengan Sade belumlah lama. Sebelumnya, jarang saya temukan buku-buku traveling yang mengulas tentang seluk-beluk desa ini. Kebanyakan traveler yang berkunjung ke Lombok, cenderung menceritakan petualangannya mendaki Rinjani atau mengulas kemolekan pantai dan gilinya yang mendunia.

Perkenalan saya dengan Sade dimulai, sewaktu saya membaca satu buku yang secara khusus mengulas seluk-beluk pariwisata Lombok; sebagai bahan menyusun itinerary. Ulasan Sade dalam buku itu pun hanya sekelebat dan tak mampu menarik minat saya untuk memasukkannya ke dalam itinerary liburan sepuluh hari kami.

Jadi, menengok kehidupan masyarakat Sasak di Desa Sade adalah murni ketidaksengajaan. Sewaktu motor yang kami sewa, melaju menuju Kuta, melintasi Jalan Raya Praya, mata saya menangkap papan penanda Desa Sade, berdiri manis di tepi jalan raya. Ternyata lokasinya searah dan tak jauh dari Pantai Kuta, di Kabupaten Lombok Tengah, sisi Pulau Lombok bagian selatan.

Read the rest of this entry >>